DAKWAH INTERPERSONAL VIA INTERNET FRIENDSHIP
Oleh:
IFTITAH
Era globlasisasi sekarang ini, perkembangan tekhnologi semakin terus meroket. Seiring dengan penemuan-penemuan yang berangkat dari imajinasi yang kreatif dan daya piker yang koperatif, dapat dipastikan inovasi dalam bidang tehnologi tidak akan berhenti. Perkembangan tekhnologi akan selalu bergerak mengiringi laju zaman yang semakin dinamis. Dalam realitanya kini tekhnologi komunikasi dan informasi juga mengalami kemajuan pesat. Jika dahulu menyampaikan pesan harus melalui kurir, lalu surat pos, kini dalam sekejap bisa sampai ke alamat tujuan dengan email. Komunikasi dan penyebaran informasi pun bisa dilakukan dengan jenis media internet yang sudah dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun.
Dengan semakin berkembangnya tekhnologi komunikasi dan informasi, aktivitas dakwah pun semakin dimudahkan. Kini, untuk mendengarkan pengajian tak melulu harus berhadapan muka dengan ulama. Melalui akses internet, masyarakat bisa mendapatkan bahan bacaan keagamaan sesuai dengan kebutuhan. Bermacam peranti lunak bernuansa agama bisa didapat dengan mengunduh dan membuka situs terkait. Dengan mengakses internet, Alquran, hadit, dan bukus sejarah Nabi, dan berbagai buku keagamaan yang diformat digital dapat diperoleh dengan mudah. Berjangkauan Luas Berbagai organisasi Islam pun telah menyadari betapa penting memiliki website untuk berdakwah dan mengenalkan organisasi ke khalayak. Lewat internet, penyebaran dakwah berjangkauan luas, tak terbatasi ruang dan waktu.
Ternyata julukan umat dakwah yang menghinggapi komunitas ummat Islam juga merupakan bukti kuat betapa telah mengakarnya aktifitas dakwah dalam doktrim Islam. Status hukum berdakwah bagi orang Islam itu sendiri merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Akan tetapi setiap muslim hanya bertanggung jawab dalam hal dakwah sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya. Apabila seorang muslim tidak mampu melaksanakan kewajiban dakwah dengan sendirinya, maka dia masih bisa berdakwah dengan menjadi donatur (baik berupa harta, tulisan maupun pandangan) kepada para akar dan ulama yang mampu melaksanakan misi suci ini.
Untuk mengembangkam misi suci tersebut, dalam perkembangannya metode-metode dalam berdakwah mengalami kedinamisan baik itu dilakukan dengan cara yang manual maupun yang modern. Pada hakekatnya metode dan sarana untuk berdakwah sangat banyak dan luas atau bahkan mungkin tidak akan ada batasnya. Sebab semua yang bisa dikerjakan oleh manusia dan apa yang ada di muka bumi ini selagi tidak berbenturan dengan doktrin Islam, maka hal itu boleh dijadikan sebagai metode dan sarana untuk berdakwah.