Karakter
|
Sikap
|
Cara berinteraksi
|
Pemberontak
|
||
· Tradisional
· Lemah kecerdasan
· Ketat menjalankan
aturan
· Tidak mau mengambil
resiko
· Tidak imaginative
dan kreatif
· Pasif dalam
pandangannya
|
· Tidak tertarik
dengan ide baru
· Focus pada hal
detail
· Banyak membantah
· Memuja masa lalu
· Beradat keras
· Susah diajak
berdiskusi untuk mencarisolusi alternatif
· Bersuara keras
|
· Tetap bersikap
positif
· Gunakan pengalaman
yang ada
· Persiapkan ide-ide
baru
· Bersabar
· Perhatikan feed back
yang dikemukakan
· Jangan berdebat
tinggalkan dia
|
positif
|
||
· Seius
· Rasional
· Tegas
· Cerdas
· Mandiri
· Energik
· Fokus terhadap hasil
|
· Senang bertanya
· Membantah secara
rasional
· Mendengar dan
menyimak
· Memberikan ide yang
konstruktif
· Realistis dan
fleksibel
· Berfikir futuristic
· Percaya diri
|
· Ambil sikap yang
menentang
· Jadilah orag jujur
· Teruslah
memperhatikannya
· Rasional dalam
berbicara
· Pancing simpati dan
dukungannya
· Berlajarlah darinya |
Senin, 09 Januari 2012
Karakter Komunikan
Senin, 26 Desember 2011
membangun komunikasi efektif
KOMUNIKASI EFFEKTIF
By : IFTITAH
Ketika berinteraksi dengan orang
lain kita perlu sekali membangun dan menciptakan suasana yang ramah dan nyaman.
Semua itu dapat terwujud apabila kita sebagai komunikator mengetahui cara
membangun komunikasi effektif dengan orang lain. Tujuan dari komunikasi tidak
lain yaitu menghindari misunderstanding dan miskomunikasi. Hal yang penting dan
harus diingat bahwa komunikasi merupakan aset yang penting sebagai alat untuk
mendeteksi karakter seseorang, oleh karena itu kita perlu meningkatkan
keefektifitasan dalam berkomunikasi.
Untuk dapat membangun komunikasi
yang effektif ada beberapa hal hal yang perlu diperhatikan dan dikembangkan
dalam proses komunikasi:
1. Atur kontak mata
Hal yang
perlu dilakukan pembicara saat berkomunikasi yaitu berani menatap mata lawan
bicaranya atau audiens. Ini sangat urgen sekali karena tidak banyak orang mampu
menatap lawan bicaranya saat berbicara mereka hanya terpaku dan merunduk.
Padahal mengatur kontak mata merupakan satu cara untuk menciptakan kesan baik
terhadap lawn bicara. Apabila anda sedang berbicara usahakan untuk
mempertahankan kontak mata agar lawan bicara tidak merasa diabaikan.
2. Ekspresi wajah
Raut wajah
merupakan cerminan dari perasaan seseorang (kepribadian individualis). Semua emosi
dan berbagai tingkah laku manusia dapat diekspresikan dalam bentuk raut wajah.
Jadi ketika melakukan komunikasi tujukan ekspresi wajah yang terlihat kalau
kita tertarik dengan pembicaraan.
3. Postur tubuh
Setiap
gerak-gerik tubuh dapat menjadi alat pendukung proses komunikasi. Tanpa adanya
kata-kata (komunikasi verbal) kita dapat
menggerakkan tubuh kita sebagai isyarat saat berkomunkasi (komunikasi non
verbal). Gerak tubuh atau disebut juga gesturebisa juga dijadikan tambahan cara
efektif yang dapat ditangkap visual oleh lawan bicara. Disamping itu koordinasi
antara gerak tubuh dengan bicara dapat menunjukan kekuatan untuk meyakinkan
dari komunikator. Dan gesture ini harus diperhatikan saat berkomunikasi dengan
lawn bicara.
Senin, 28 November 2011
manusia dalam prespektif psikologi islsm
MANUSIA DALAM PERPEKTIF
PSIKOLOGI DAN ISLAM
Oleh: Iftitah
Psikologi sebagai ilmu yang baru lahir dan memisahkan diri dari akar ilmu yakni filsafat sudak menunjukan eksistensinya dengan berdiri sendiri karena adanya unsur-unsur yang membuat psikologi di anggap sebagai ilmu yaitu psikologi bersifat empiris, sistematis, universal dan komulatif.
Dalam islam, psikologi sudah di singgung dalam Al-Qur’an yang di lafadkan dengan kata nafs. Nafs sendiri dalam Al-Qur’an memiliki berbagai makna. Psikologi yang mempelajari jiwa (tingkah laku) manusia. Islam juga membahas tentang manusia mulai dari tujuan manusia diciptakan, produsi dan reproduksi manusia, potensi manusia dan unsure-unsur pendukung potensi manusia dari dalam.
tafsir ayat-ayat komunikasi
Oleh:
IFTITAH
Tafsir
Surat Al-Baqoroh Ayat 30-36
“Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Al-Baqarah:30).
Kalau
begitu, ini adalah kehendak yang luhur menyerahkan pengendalian bumi ini kepada
makhluk yang baru. Dan diserahkan kepadanya pelaksanaan kehendak Sang Maha
Pencipta didalam menciptakan dan mengadakan, menguraikan dan menyusun, memutar, menukar dan menggali apa yang ada di
bumi baik berupa kekuatan, potensi, kandungan maupun bahan-bahan mentahnya.
Disana
juga terdapat kesatuan dan keharmonisan antara undang-undang yang mengatur bumi
dan seluruh alam dan undang-undang yang mengatur makhluk (manusia) ini dengan
segala kekuatan dan potensinya.
Dalam
ayat ini Allah memberitakan karuniaNya yang besar kepada Bani Adam, sebab Allah
menyebutkan keadaan mereka dihadapan para malaikat sebelum mereka diciptakan.
Khalifah disini berarti kaum yang silih berganti, abad demi abad, generasi demi
generasi yang menghuni bumi.
Adpun
pertanyaan malaikat: “Ataj’alu fiiha man yufsidu fiiha wayasfikud
dimaa’a”, padangan malaikat tentang khalifah yaitu orang yang akan
melerai perselisihan diantara manusia. Pertanyaan malaikat itu bukan merupakan
sanggahan tantangan atau protes juga bukan karena dengki. Sebab jika Allah
menjadikan makhluk itu semata-mata agar Allah disembah, maka para malaikat yang
tidak henti-hentinya bertasbih, bertahmid dan mengagungkan asma Allah sudah
cukup.
Selain
itu dalam kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur’an 1 dijelaskan perkataan malaikat ini
memberikan kesan bahwa mereka mempunyai bukti-bukti keadaan atau berdasarkan
pengalaman masa lalunya dibumi, atau dengan ilham pandangan batinnya, yang
menyikap sedikit tentang tabiat makhluk ini atau tentang tuntutan hidupnya
dimuka bumi dan yang menjadikan mereka mengetahui atau memprediksi bahwa
makhluk (manusia) ini kelak akan membuat kerusakan dibumi dan menumahkan darah.
Selasa, 22 November 2011
dakwah interpersonal via internet friendsip
DAKWAH INTERPERSONAL VIA INTERNET FRIENDSHIP
Oleh:
IFTITAH
Era globlasisasi sekarang ini, perkembangan tekhnologi semakin terus meroket. Seiring dengan penemuan-penemuan yang berangkat dari imajinasi yang kreatif dan daya piker yang koperatif, dapat dipastikan inovasi dalam bidang tehnologi tidak akan berhenti. Perkembangan tekhnologi akan selalu bergerak mengiringi laju zaman yang semakin dinamis. Dalam realitanya kini tekhnologi komunikasi dan informasi juga mengalami kemajuan pesat. Jika dahulu menyampaikan pesan harus melalui kurir, lalu surat pos, kini dalam sekejap bisa sampai ke alamat tujuan dengan email. Komunikasi dan penyebaran informasi pun bisa dilakukan dengan jenis media internet yang sudah dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun.
Dengan semakin berkembangnya tekhnologi komunikasi dan informasi, aktivitas dakwah pun semakin dimudahkan. Kini, untuk mendengarkan pengajian tak melulu harus berhadapan muka dengan ulama. Melalui akses internet, masyarakat bisa mendapatkan bahan bacaan keagamaan sesuai dengan kebutuhan. Bermacam peranti lunak bernuansa agama bisa didapat dengan mengunduh dan membuka situs terkait. Dengan mengakses internet, Alquran, hadit, dan bukus sejarah Nabi, dan berbagai buku keagamaan yang diformat digital dapat diperoleh dengan mudah. Berjangkauan Luas Berbagai organisasi Islam pun telah menyadari betapa penting memiliki website untuk berdakwah dan mengenalkan organisasi ke khalayak. Lewat internet, penyebaran dakwah berjangkauan luas, tak terbatasi ruang dan waktu.
Ternyata julukan umat dakwah yang menghinggapi komunitas ummat Islam juga merupakan bukti kuat betapa telah mengakarnya aktifitas dakwah dalam doktrim Islam. Status hukum berdakwah bagi orang Islam itu sendiri merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Akan tetapi setiap muslim hanya bertanggung jawab dalam hal dakwah sesuai dengan kedudukan dan kemampuannya. Apabila seorang muslim tidak mampu melaksanakan kewajiban dakwah dengan sendirinya, maka dia masih bisa berdakwah dengan menjadi donatur (baik berupa harta, tulisan maupun pandangan) kepada para akar dan ulama yang mampu melaksanakan misi suci ini.
Untuk mengembangkam misi suci tersebut, dalam perkembangannya metode-metode dalam berdakwah mengalami kedinamisan baik itu dilakukan dengan cara yang manual maupun yang modern. Pada hakekatnya metode dan sarana untuk berdakwah sangat banyak dan luas atau bahkan mungkin tidak akan ada batasnya. Sebab semua yang bisa dikerjakan oleh manusia dan apa yang ada di muka bumi ini selagi tidak berbenturan dengan doktrin Islam, maka hal itu boleh dijadikan sebagai metode dan sarana untuk berdakwah.
Langganan:
Postingan (Atom)
